JSS

Info Gue

Sebuah Gigi pun Begitu Berharga

Assalamu'alaikum, Kawan-kawan..!!
Aku ingin tahu, apa yang sedang kalian rasakan saat ini? Bahagia? Sedih? Takut? Gelisah? Aku harap, apapun keadaan yang sedang kalian rasakan malam ini, jangan sampai membuat air mata kalian menetes. Bersyukurlah atas segala rasa yang ada. Karena sesungguhnya, semua rasa itu merupakan karunia Illahi.

Malam ini aku ingin berbagi rasa dengan kalian. Tahukah, aku sedang dirundung kesedihan. Atau mungkin aku yang tak pandai bersyukur. Seminggu yang lalu, gigi bagian depan ku patah karena suatu hal. Waaahhh, perasaanku saat itu sungguh kacau. Satu kata yang ingin aku teriakkan, "MALU"! Padahal hanya satu buah gigi yang lepas! Tapi itu saja sudah membuat sedih dan malu. HANYA sebuah gigi. Bagaimana kalau tiga? Sepuluh? Atau bahkan semuanya? Emmm, atau mungkin bukan gigi saja yang hilang, bagaimana jika salah satu mata, atau tangan kalian tak ada? Nahlo? Serem ya ngebayanginnya!

Dulu, sebelum aku kehilangan satu gigiku, sempat aku iri terhadap teman-teman yang keadaan fisiknya lebih baik dariku. "Seandainya aku tidak gendut?", "Seandainya aku cantik seperti dia?", "Kenapa kulitku hitam?" Dan masih banyak lagi khayalan-khayalan lainnya yang sering menari-nari dalam pikiranku. Tapi setelah hari Senin kemarin, aku baru merasa, bahwa bagian yang kecil saja dalam tubuhku ini amatlah berharga. Nada tertawa dari teman-teman menyadarkanku bahwa apa yang kumiliki saat ini, itulah yang semestinya aku syukuri. Aku takkan lagi berkhayal sampai ke atas langit. Dan hari ini aku ingin sekali berterimakasih kepada Allah, "Alhamdulillah, hanya sebuah gigi saja yang Kau ambil, sehingga aku masih bisa berbicara dan tersenyum".

Belajar Berbagi dari Ibu

Rumah sendiri itu bagaikan istana. Walaupun sederhana, tapi inilah rumahku. Tempat yang selalu aku rindukan ketika harus jauh dari kota kelahiran. Rumahku yang penuh dengan kehangatan, cinta dan kasih sayang.

Senangnya, bisa menikmati akhir pekan di rumah. Meskipun aku gak tahu, hari Kamis kemarin libur dalam rangka apa, sih? Hahaha. Maklum, di kontrakan gak ada kalender :D

Lagi pengin ngobrol yang ringan-ringan aja nih. Sekedar sharing aja. Kemarin malam, aku menemani ibuku ke terminal untuk bertemu dengan temannya. Sambil menunggu teman ibuku yang katanya sedang di perjalanan, aku dan ibu duduk-duduk di bangku terminal. Jemariku sibuk memainkan handphone merah kesayanganku, tanpa perduli orang-orang di sekitar. Meski begitu, aku tetap mendengar pembicaraan seorang gadis remaja di sebelahku dengan seorang lelaki paruh baya yang usianya sekitar 40-an. Samar-samar aku mendengar gadis itu berbicara dengan nada gelisah, "Belum tahu, Pak. Bingung. Baru pertama kali kemaleman". Lalu bapak yang menjadi lawan bicara gadis tadi menimpali, "Ke kantor polisi aja, Mbak. Aman."

"Ah, masa bodoh dengan orang-orang itu. Toh aku gak kenal", pikirku acuh. Jemariku masih sibuk membalas SMS dari seseorang. Tiba-tiba aku tercengang dengan suara ibu yang mengawali obrolan dengan gadis di sebalahku itu.

"Dari mana, Mbak?", tanya ibuku.
"Dari pondok, Bu. Di Adipala", jawa gadis berkerudung itu.
"Kemalaman yah? Mau ke mana?", tanya ibuku lagi.
"Iya. Mau pulang ke Gandrung. Tapi udah gak ada bus. Kalo balik lagi ke pondok, takutnya dimarahi Pak Kyai. Tadi udah dibilangin sama Pak Kyai suruh pulang besok pagi aja, tapi aku maksa pulang sore ini".
"Ya udah, nginap di rumah Ibu aja. Nanti tidur sama anak saya", kata ibuku dengan nada ramah. Aku yang mendengar tawaran ibu tadi, hanya bisa melempar senyum ke arah gadis tadi.
"Aduh, ngrepotin ibu nih", jawab gadis tadi malu-malu.
Aku yang sedari tadi hanya diam, mencoba untuk sedikit berbasa-basi.
"Gapapa, Dek. Nginep di rumahku aja. Namanya siapa, Dek? Kelas berapa?", tanyaku dengan senyuman menawan. Hahahaa...
"Hany, Kak. Kelas 2 SMA."

Tik tok tik tok tik tok. Ibuku sudah menemui temannya. Dan aku pun  berhasil membujuk Hany untuk ikut pulang ke rumah. Setelah shalat Isya, ibuku menyuruhku mengajak Hany keluar makan. Dalam perjalanan, kami terguyur hujan deras. Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh di depan sebuah toko. Aku jadi berasa punya adik. Hehe. Ternyata seneng juga punya adik :D Dan Keesokan harinya, aku antarkan Hany ke terminal. Selamat tinggal adik manis! Hwahahahaa..

Hemmmhhh. Akhirnya aku dapet ilmu lagi dari ibu. Ada satu hal yang bisa aku petik dari cerita di atas. Yaitu tentang berbagi. Yups! Emang udah semestinya kita saling berbagi kepada sesama. Dengan berbagi, kita bisa menciptakan keadaan di mana  manusia hidup dengan bergandeng tangan dalam kedamaian dan penuh cinta. Selain nambah pahala, kita juga bisa nambah sodara, kan? Asssseeekk!!! :DDD
So, jangan enggan untuk mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan, ya Kawan!
Buat Ibuku, Engkaulah guru terbaikku! Cyeilaaa.. Hahahaa...

(Sambil nonton Indonesian Idol)

Malam Penuh Gejolak

Entah...
Apa yang sedang terjadi pada diriku
Air mataku mengalir begitu saja
Tanpa ampun
Tanpa permisi

Entah, Tuhan...
Begitu banyak yang sedang kupikirkan
Tentang kegagalan
Tentang kerinduan
Tentang masa depan
Apakah ini sebuah gejolak?

Entah, Tuhan...
Entah...
Mengapa aku lancang menilai diri
Bahwa aku bodoh
Aku lemah
Aku sampah
Padahal aku tercipta atas izinmu

Maafkan aku, Tuhan...
Aku yang malah lalai
Ketika aku diliputi kebahagiaan
Ketika aku merasa hebat
Bahkan dada ku busungkan
Oooh, betapa hinanya diriku di hadapan-Mu

Bantu aku, Tuhan...
Agar aku segera bangkit setelah terjatuh
Agar aku kembali berjalan tegak
Dengan cahaya iman di dadaku

Oh, Tuhanku...
Lapangkanlah hatiku
Ketika aku gagal
Ketika aku kalah
Aku tak ingin seperti kapas yang terbang tak tau arah
Aku ingin seperti bola
Yang menjulang tinggi ketika tertekan
Aku ingin seperti batu karang
Yang tetap bertahan ketika dihempas badai
Aku ingin, aku bisa!
Aku ingin, aku yakin!

Untuk malam yang begitu dingin
Aku ingin Engkau merangkulku, mendekapku
Dengan kasih sayang tiada batas
Dan ku sebut nama-Mu dalam doa
Semoga aku, ayah, ibu, kakak, dan dia yang ku cinta, selalu diselimuti rasa damai
Selalu dalam penjagaan-Mu
Selalu Kau anugerahi kebahagiaan
Serta selalu Kau limpahi keberkahan
Amin...