Assalamu'alaikum, Kawan-kawan..!!
Aku ingin tahu, apa yang sedang kalian rasakan saat ini? Bahagia? Sedih? Takut? Gelisah? Aku harap, apapun keadaan yang sedang kalian rasakan malam ini, jangan sampai membuat air mata kalian menetes. Bersyukurlah atas segala rasa yang ada. Karena sesungguhnya, semua rasa itu merupakan karunia Illahi.
Malam ini aku ingin berbagi rasa dengan kalian. Tahukah, aku sedang dirundung kesedihan. Atau mungkin aku yang tak pandai bersyukur. Seminggu yang lalu, gigi bagian depan ku patah karena suatu hal. Waaahhh, perasaanku saat itu sungguh kacau. Satu kata yang ingin aku teriakkan, "MALU"! Padahal hanya satu buah gigi yang lepas! Tapi itu saja sudah membuat sedih dan malu. HANYA sebuah gigi. Bagaimana kalau tiga? Sepuluh? Atau bahkan semuanya? Emmm, atau mungkin bukan gigi saja yang hilang, bagaimana jika salah satu mata, atau tangan kalian tak ada? Nahlo? Serem ya ngebayanginnya!
Dulu, sebelum aku kehilangan satu gigiku, sempat aku iri terhadap teman-teman yang keadaan fisiknya lebih baik dariku. "Seandainya aku tidak gendut?", "Seandainya aku cantik seperti dia?", "Kenapa kulitku hitam?" Dan masih banyak lagi khayalan-khayalan lainnya yang sering menari-nari dalam pikiranku. Tapi setelah hari Senin kemarin, aku baru merasa, bahwa bagian yang kecil saja dalam tubuhku ini amatlah berharga. Nada tertawa dari teman-teman menyadarkanku bahwa apa yang kumiliki saat ini, itulah yang semestinya aku syukuri. Aku takkan lagi berkhayal sampai ke atas langit. Dan hari ini aku ingin sekali berterimakasih kepada Allah, "Alhamdulillah, hanya sebuah gigi saja yang Kau ambil, sehingga aku masih bisa berbicara dan tersenyum".
Aku ingin tahu, apa yang sedang kalian rasakan saat ini? Bahagia? Sedih? Takut? Gelisah? Aku harap, apapun keadaan yang sedang kalian rasakan malam ini, jangan sampai membuat air mata kalian menetes. Bersyukurlah atas segala rasa yang ada. Karena sesungguhnya, semua rasa itu merupakan karunia Illahi.
Malam ini aku ingin berbagi rasa dengan kalian. Tahukah, aku sedang dirundung kesedihan. Atau mungkin aku yang tak pandai bersyukur. Seminggu yang lalu, gigi bagian depan ku patah karena suatu hal. Waaahhh, perasaanku saat itu sungguh kacau. Satu kata yang ingin aku teriakkan, "MALU"! Padahal hanya satu buah gigi yang lepas! Tapi itu saja sudah membuat sedih dan malu. HANYA sebuah gigi. Bagaimana kalau tiga? Sepuluh? Atau bahkan semuanya? Emmm, atau mungkin bukan gigi saja yang hilang, bagaimana jika salah satu mata, atau tangan kalian tak ada? Nahlo? Serem ya ngebayanginnya!
Dulu, sebelum aku kehilangan satu gigiku, sempat aku iri terhadap teman-teman yang keadaan fisiknya lebih baik dariku. "Seandainya aku tidak gendut?", "Seandainya aku cantik seperti dia?", "Kenapa kulitku hitam?" Dan masih banyak lagi khayalan-khayalan lainnya yang sering menari-nari dalam pikiranku. Tapi setelah hari Senin kemarin, aku baru merasa, bahwa bagian yang kecil saja dalam tubuhku ini amatlah berharga. Nada tertawa dari teman-teman menyadarkanku bahwa apa yang kumiliki saat ini, itulah yang semestinya aku syukuri. Aku takkan lagi berkhayal sampai ke atas langit. Dan hari ini aku ingin sekali berterimakasih kepada Allah, "Alhamdulillah, hanya sebuah gigi saja yang Kau ambil, sehingga aku masih bisa berbicara dan tersenyum".






